Secara medis, tidak ada batasan usia berapa harus berkhitan. Di
Indonesia usia khitan lebih dipengaruhi oleh adat istiadat setempat. Di
Arab Saudi anak dikhitan pada usia 3-7 tahun, di Mesir antara 5-6
tahun, di India antara 5-9 tahun, di Iran biasanya anak akan dikhitan
saat usia
4 tahun.
Di Indonesia usia maupun tradisi khitan lebih dipengaruhi oleh adat
istiadat masing-masing daerah, misalkan di Jawa lazimnya anak dikhitan
pada usia sekitar 15 tahun, di Sunda biasanya usia 4tahun, bahkan di
Maumere dan Flores lebih sering dijumpai khitan pada usia 21 tahun.
Usia Berapa Sebaiknya Khitan?
Sebenarnya tidak ada batasan umur berapa yag tepat untuk di khitan.
dari umur 1 bulan sampai dewasa pun bisa di khitan hanya saja bila pada
anak kecil yang belum mengerti di khitan sangat repot perawatan luka
sesudah khitannya. jadi sebaiknya anak dikhitan ketika kenaikan kelas
3-5 SD, dengan harapan anak usia tersebut lebih mudah diberi pengertian
dan belum terlalu besar usianya, karena bila sudah terlalu besar usia
anaknya khawatir menjadi malu bila di khitan
Beberapa dokter yang lain berpendapat khitan sebaiknya dilakukan saat
anak berusia 1-12 tahun. Sebab, pada usia tersebut, anak umumnya belum
ereksi. “Sehingga, risiko perdarahannya juga minimal.
Menurut kami sebaiknya anda dikhitan pada umur diantara 4 – 11 tahun
dengan maksud sudah tidak mengompol dan bisa kencing sendiri tapi belum
terlalu tua supaya belum ereksi.
Bagaimana jika terlanjur dewasa baru berkhitan?.
Banyak pria dewasa yang khitan dulu sebelum menikah. Jika sudah
dewasa, dikhawatirkan ada pendarahan pada jahitan saat ereksi, untuk itu
sebaiknya segera kencing pada malam hari (pukul 00.00) dan dini hari
(pukul 04.00) Bila perlu, pakai weker agar bisa bangun dan buang air
kecil.
Jika tidak, kandung kencing akan penuh pagi harinya. Kondisi begitu
bisa mengakibatkan ereksi. “Jika ereksi, ada risiko perdarahan pada
bekas jahitan,” tentu saja juga disertai rasa nyeri dan tidak nyaman.
(Sumber : www.unicefcorporation.com)
Sabtu, 09 Juni 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
RSS Feed
Twitter

0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda.